Selasa, 11 Juni 2013

SEBUAH TANYA

by: Soe Hok Gie


Akhirnya semua kan tiba

Pada suatu hari yg biasa

Pada suatu ketika yg telah lama kita ketahui

Apakah kau masih selembut dahulu?

Memintaku minum susu dan tidur yg lelap?

Sambil membenarkan letak leher kemejaku

(kabut tipis pun turun pelan-pelan d Lembah Kasih, Lembah Mandalawangi

Kau dan aku tegak berdiri

Melihat hutan-hutan yg menjadi suram

Meresapi belaian angin yg menjadi dingin)

Apakah kau msh membelaiku semesra dulu?

Ketika kudekap

Kau dekaplah lbh mesra, lebih dekat

(lampu-lampu berkelipan di Jakarta yg sepi

Kota kita berdua, yg tua dan terlena dlm mimpinya

Kau dan aku berbicara

Tanpa kata tanpa suara

Ketika malam yg basah menyelimuti Jakarta kita)

Apakah kau masih akan berkata?

Kudengar derap jantungmu

Kita begitu berbeda dalam semua

Kecuali dalam cinta

(hari pun menjadi malam

Kulihat semua menjadi muram

Wajah-wajah yg tdk kita kenal berbicara

Dalam bahasa yg tdk kita mengerti

Seperti kabut pagi itu)

Manisku aku akan jalan terus

Membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan

Bersama hidup yg begitu biru

Cahaya bulan menusukku

Dengan ribuan pertanyaan

Yg takkan pernah kutahu dimana jawaban itu

Bagai letusan berapi

Membangunkanku dlm mimpi

Sudah waktunya kita berdiri

Mencari jawaban kegelisahan hati



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salam kenal..
Terimakasih telah berkunjung ke blog saya yg sederhana ini...